www.gata.com

Grafik Pergerakan Harga Dinar dalam Rupiah & Dollar AS


 

Wednesday, November 22, 2017

Uang dan Peradaban

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a3/Dinar_of_Abd_al-Malik%2C_AH_75.jpg/240px-Dinar_of_Abd_al-Malik%2C_AH_75.jpgSebagai salah satu subjek penting dalam ekonomi, uang telah memainkan peran yang signifikan dalam sejarah peradaban manusia. Berbagai kepentingan terlibat di dalamnya mulai dari politik, sosial, ekonomi, hingga nilai dan agama.Dari segi Politik krisis mata uang (moneter) telah melengserkan berbagai pemerintahan di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali di negeri ini. Dari aspek sosial pertukaran barang dan jasa (exchange) yang awalnya terjadi antar individu berkembang menjadi antar keluarga yang kemudian membentuk masyarakat (society) yang terjadi melalui perantaraan uang (end process). Dari aspek sejarah ekonomi, tak dapat dielakkan uang menjadi salah satu hal yang pertama kali dikelola dan diawasi oleh negara. Maka sebagian besar ekonom (atau bahkan kita) berkeyakinan uang mesti dicetak  oleh negara yang kemudian mendefinsikannya sebagai legal tender. Dibentuklah kemudian bank sentral sebagai otoritas moneter, yang mengatur berapa uang yang mesti di guyur ke pasar dan berapa yang mesti di serap kembali dll.  Dari aspek nilai atau value, uang menjadi alat penyebar nilai paling efektif  berdasar paham yang dianut suatu negara. Negara kapitalis mendakwahkan pahamnya melalui uang, begitu pula kekhalifahan Islam mendakwahkan nilai-nilai Islam melalui mata uang. Intinya sebagai sebagai sebuah media, uang merupakan alat efektif untuk menyebarkan nilai. Maka fungsi mata uang bisa bertambah satu disamping medium of exchange (alat tukar), store of value (penyimpan nilai), unit of account (satuan nilai) yaitu penyebar nilai.


Monday, October 9, 2017

Indonesian president urges action on Freeport mine deal

https://maritimenews.id/wp-content/uploads/2015/09/07092015-freeport.jpgJAKARTA (Reuters) - Indonesian President Joko Widodo called for faster progress to wrap up a deal with Freeport-McMoRan Inc (FCX.N) on rights to the giant Grasberg copper mine, which the U.S. firm owns, officials said on Friday.

The chief executive of the world’s biggest publicly traded copper company -- which under a framework deal agreed in August to divest 51 percent of the mine -- held talks with officials in Jakarta earlier in the day.

The deal is intended to replace an existing contract with a “special mining permit” and give Jakarta greater control over its mineral resources.

But significant differences remain including on how Grasberg, the world’s second-largest copper mine, will be valued and on the timing and structure of the required divestment, leading some analysts to raise doubts about the future of the agreement.

Hadi Mustofa Djuraid, an aide to Mining Minister Ignasius Jonan, said Freeport CEO Richard Adkerson had met Jonan and other company and government officials in Jakarta on Friday morning after the president said “the sooner the better” referring to an end to the talks.
“In principle, Freeport is still committed in accordance with the agreement,” Djuraid told reporters, noting that issues over divestment and state revenues from Grasberg had not been resolved yet by the finance ministry.

Under Widodo’s direction, Jonan will “help the negotiation process” with Freeport alongside Finance Minister Sri Mulyani Indrawati and State Owned Enterprise Minister Rini Soemarno, “so this problem is resolved immediately,” Djuraid said.
“In negotiations there’s always a bargaining process,” he added, declining to provide detail on the talks.

A spokesman for Freeport’s Indonesian unit declined to comment.
The government is seeking a “win-win” solution as quickly as possible, Widodo said late on Thursday, according to an official transcript of remarks the president made to reporters in Banten province west of the capital Jakatra.

“It’s already been three years of heated arguing, but this is almost finalised,” Widodo added.
Adding pressure to end the dispute, Indonesia’s Supreme Audit Agency (BPK) told parliament this week that between 2009 and 2015, Freeport Indonesia’s royalty and levy payments were $445.96 million lower than they would have been if the miner had taken up a new mining permit during that period.

“The risk of the dispute escalating and ultimately going to arbitration has increased,” Jefferies analyst Christopher LaFemina said in a research note this week, referring to the divestment issues, and cutting Freeport’s target share price to $19 from $23.

“We are increasingly concerned that a resolution will not be reached,” LaFemina added.
Jefferies estimates the value of the Freeport Grasberg stake to be divested at $6.7 billion.

Reporting by Wilda Asmarini and Gayatri Suroyo in JAKARTA; Additional reporting by Susan Taylor in TORONTO and Nicole Mordant in VANCOUVER; Writing by Fergus Jensen and Ed Davies; editing by John Stonestreet

Thursday, September 21, 2017

Tren Turunnya Harga Emas

Isu Gold Swaps kembali mengemuka pekan terakhir ini terkait penurunan harga emas. Bank for International Settlement (BIS) disinyalir  melakukan praktek ini untuk menurunkan harga emas.Gold Swaps (bukan memberi suap dengan emas) adalah bentuk traksaksi yang biasanya dilakukan antara bank-bank sentral atau antara bank sentral dengan institusi keuangan setara. Hal ini terjadi ketika satu pihak menukar sejumlah emas dengan mata uang asing dari pihak lain. ContohnyaThe Fed menukar sejumlah emas dengan Yen dari Bank of Japan dengan komitmen The Fed akan membelinya kembali di masa datang dengan harga yang telah ditetapkan di awal. Kedua belah pihak melakukan ekspose transaksi ini di pasar emas. 
BIS juga melakukan gold swaps tertinggi dalam sejarah sejak mereka memperkenalkannya dalam laporan tahunan pertama kali  31 Maret 2010. Jumlah transaksi Gold Swaps dalam ringkasan laporan tahunan BIS baru-baru ini sbb :

"-- Maret 2010: 346 ton.
"-- Maret 2011: 409 ton.
"-- Maret 2012: 355 ton.
"-- Maret 2013: 404 ton.
"-- Maret 2014: 236 ton.
"-- Maret 2015: 47 ton.
"-- Maret 2016: 0 ton.
"-- Maret 2017: 438 ton


Turunnya harga emas pekan terakhir ini juga dipicu indeks saham Dow Jones menguat di Amerika, ditutup 63 point. Begitu pula S&P500 dan NASDAQ secara moderat ditutup lebih tinggi. Dua hal ini menyebabkan harga logam mulia (terutama emas dan perak) mengalami  penurunan signifikan. Tren penjualan emas global juga menunjukkan penguatan. Ini menambah tekanan penurunan harga emas.

Masa Depan Libertad

Mexican Silver LibertadsBeralih ke Meksiko, dalam sejarah moneternya negara ini pernah mencetak uang perak peso pada tahun  1920. Adalah Presiden Meksiko saat itu Venustiano Carranza yang menggagasnya. Mata uang ini mempunyai nama lain yang populer yaitu "0.720 peso", artinya dia  mengandung 72% perak, seberat 12 gr per satuan nilai. Saat awal beredar nilainya setara dengan 52 sen, walaupun pada tahun 1931 nilainya pernah jatuh menjadi 31 sen saja. Namun publik tetap menggunakannya karena bermuatan perak.

Mata uang perak ini beredar selama 25 tahun, dan mulai hilang dari sirkulasi tahun 1945. Setelah 1945 ada 3 periode lagi dimana "0,720 peso" kembali di cetak. Periode 1947-1949 mata uang peso perak seberat 7gr, kemudian tahun 1950-1954 mata uang peso perak seberat 4 gr , dan tahun 1957 hingga 1967 seberat 1,6 gr. Namun semuanya bernasib sama, berakhir di peleburan logam.


Apa yang menggantikan  "0.720 Peso" ketika hilang dari sirkulasi? Yang menggantikan adalah uang kertas "One Peso" , yang biaya produksinya nyaris nihil. Seiring dengan terus dicetaknya uang ini menyebabkan surplus uang yang beredar.Akibatnya nilainya terus berkurang dari tahun ke tahun .

Sebagai catatan tahun 1925 nilai 1 Dollar setara dengan 2,03 Peso Meksiko. Tahun 2017, butuh 17.600 peso untuk mendapatkan 1 Dollar, padahal tahun 1993 Mexico melakukan redenominasi mata uangnya dengan menghilangkan 3 angka 0 pada nilai mata uangnya. Penghitungan ini tanpa melakukan depresiasi terhadap nilai Dollar itu sendiri.

Nilai peso yang terus menurun inilah yang kemudian memicu konferensi yang digelar oleh sekelompok anggota dewan di kongres. Kelanjutan dari kongres ini mempromosikan mata uang perak Libertad untuk bersanding dengan Peso.Usaha ini bukan yang pertama kali untuk mengembalikan uang perak dalam sirkulasi moneter di Meksiko. 
 
bersambung...




Monday, September 18, 2017

Harapan dan Keinginan


Di antara file yang ada di komputer saya ada terselip tulisan ini. Saya tidak tahu siapa yang menulis, namun isinya sarat hikmah sbb :
Diantara segala kelebihan akan apa yang kita dapat ternyata banyak sejuta hal yang belum kita raih. Hal ini tidak menutup kemungkinan buat kita untuk menjadi sangat stres, depresi dan menyesali keadaan. Apalagi jika didukung dengan keadaan sekeliling yang menurut mata emosi dan jiwa kita sangat indah dan menarik. Secara otomatis, kita akan berfikir bahwa itulah " kebahagiaan " jika kita bisa mendapatkannya.

Tentu saja keadaan diatas sangat tidak baik bagi kondisi kehidupan kita. Karena memanglah tidak mungkin meraih atau menuruti setiap keinginan kita. Karena bisa jadi apa yang menurut kita baik buat kita ternyata belum tentu baik adanya. Sedangkan apa yang tidak baik buat kita ternyata baik adanya.

Oleh karena itu, bersyukur dengan apa yang ada pada kita dengan cara mengoptimalkan semua sisinya lebih akan berarti dan membawa kita pada kepuasan yang nyata. Mencari jalan perlahan dan bertahap untuk mencapai semua keinginan yang belum tercapai adalah usaha cerdik untuk memperoleh semua keinginan itu.....walau hanya sedetik.....walau hanya sedikit...walau hanya batas mata memandang.... Namun pada intinya kita dapat merasakan dan menikmati impian itu walau hanya sekejapnya saja. Karena Rasululloh saw berkata.....(yang artinya) ." Jadilah kamu  di dunia ini seperti musafir dan ambillah dari dunia ini hanya sebatas kebutuhan musafir itu"...